Wednesday, August 02, 2006

AKU, HERMAN DAN ANDRE DALAM “ENGLISH DEBATE CONTEST”

Kontes debat Bahasa Inggris yang dilaksanakan pada hari Kamis, tanggal 2 Maret 2006 di SMK N 1 Slawi Kabupaten Tegal itu benar-benar seru. Acara “English Debate Contest” itu diikuti oleh 6 Kota yang masing-masing diwakili oleh satu Tim yang terdiri dari tiga siswa SMK se-Karesidenan Pekalongan.

Sebelum mengikuti acara tersebut terlebih dahulu ada penyeleksian yang diikuti oleh seluruh SMK se-Kota Pekalongan yang nantinya akan dipilih tiga finalis yang akan dijadikan satu Tim untuk mewakili kota Pekalongan dalam Kompetisi selanjutnya. Dan Alhamdulillah kami ber-tiga (Saya, Herman dan Andre Luppy) akhirnya terpilih menjadi Tim tersebut.

Setelah melalui proses latihan yang cukup keras dan memakan waktu, (gimana ga memakan waktu coba, kami sampai ngga ikut pelajaran beberapa kali saat latihan) tetapi kami rasa itu nggak terlalu bermasalah soalnya kami masih bisa meminjam catatan teman untuk ditulis..eh enggak di fotocoy he.he..) tapi nggak apalah dari pada nggak.

Kami dilatih oleh tiga guru Bahasa Inggris yakni Mrs. Deli (SMK 2 Pekalongan), Mr. Lukman (SMK Muhammadiyah) dan Mrs. Adit (SMK 1 Pekalongan). Mereka bertiga melatih kami dengan tekun dan sabar. Hingga pada suatu saat saking melatih dengan sangat telatennya Mrs. Deli pun berkata “ Andre!, Pronouncetion kamu belum bener, coba ulangi lagi !!). ya itulah guru kami, kami sangat salut dengan mereka.

Dan Akhirnya hari itu (English Debate Contest) pun dimulai. Kami berangkat dari Pekalongan sekitar pukul enam pagi (padahal kami sudah menunggu dari jam lima pagi lho..! bener-bener jam pekalongan “Jam Karet”) kami berangkat bersama Pak Kepala Sekolah dan guru Bahasa inggris kami Mrs. Deli. Kami tiba di SMK 1 Slawi jam 8 pagi dan rupannya kami adalah peserta yang terakhir tiba di tempat itu, wah.. telat.

Tim kami mendapatkan nomor urut 2 (he..he nomor keberuntunganku..) dan akan berhadapan dengan Tim dari kota Pemalang (kata bu Deli, kota itu adalah kota yang dulu pernah meraih juara 2 saat kontes debat Bahasa Inggris tahun lalu) tapi kami nggak berkecil hati karena kami akan terus berjuang..(wahh kayak perang aja..). Tim itu terdiri dari tiga orang cowok yang satu tinggi besar tetapi yang lainnya nggak beda jauh dari kami.

Kontespun dimulai, setelah diundi kamipun ditentukan sebagai “Affirmative Team” atau Tim Positif/Pendukung dan Tim dari Kota Pemalang sebagai “Negative Team” atau Tim Negatif/Penyanggah. Pada saat itu Tema yang akan diperdebatkan adalah “This Hause believes that electricity tariff increase for welfare” yang artinya “DPR pecaya bahwa kenaikan tariff listrik adalah untuk kesejahteraan”. Aku mendapat giliran pertama untuk memberikan argumentasi tentang masalah tersebut, saat itu aku sangat nerveus karena itu adalah pengalamanku yang bertama tetapi setelah melalui perdebatan yang cukup sengit akhirnya Tim kamipun dinyatakan sebagai pemenangnya.

Perasaan senang saat itupun menyelimuti hati kami, tapi kami juga masih deg-degan karena akan berhadapan dengan Tim pemenang yang lain. Setelah babak penyisihan berakhir kami pun langsung berhadapan dengan finalis dari Tim kota Tegal. Semua pesertanya cewek berbeda sekali dengan lawan kami sebelumnya yang semua anggotanya cowok dan kelihatannya mereka semua sangat cerewet dalam berbahasa inggris tetapi seperti biasa kami nggak mau menyerah sebelum bertanding.

Babak terakhir itu pun segera dimulai. Masing-masing tim menuju kemeja “Perdebatan”. Oleh Chairperson (pemimpin pertandingan) kami ditentukan sebagai tim negatif dan mereka sebagai tim positif dan saat itu “Motion” atau tema yang diberikan adalah “SMA student is cleverer than SMK student” yang artinya “Siswa SMA lebih pandai dari pada siswa SMK” Kami diberikan waktu dua puluh menit untuk berunding. Dan akhirnya..” Ting…..” debat pun segera dimulai.

Orang pertama dari tim positif maju duluan untuk memberikan argumentasi. Dan ternyata “hah…aku tekagum-kagum karena cewek itu bener-bener lancar dalam Speaking-nya. Setelah itu giliran aku sebagai orang pertama dari tim negatif memberikan argumentasi. Aku sangat nerveus waktu itu hal itu sangat kelihatan ketika aku memegang Mike dengan tangn yang gemetaran. Tapi hal itu segera hilang untuk beberapa saat.

Kami memang sudah merasa Tim kami akan kalah dalam debat tersebut karena argumentasi yang kami berikan selalu dapat dipatahkan oleh mereka. Setelah masing-masing dari tim kami dan mereka memberikan argumentasinya acara itupun berakhir. Kami menunggu beberapa saat untuk menunggu pengumuman pemenang dari debat tersebut. Dan akhirnya Tim kamipun kalah beberapa skor dibawah Tim dari kota Tegal.

Perasaan sedih dan kecewapun akhirnya juga melekat dalam hati kami. Tapi nggak apa-apa karena kami masih mendapatkan juara 2 dan akan menuju ketingkat Provinsi bersama Tim dari kota Tegal di kota Semarang tanggal 24 Maret nanti.(kk/3/3/2006).

0 Comments:

Post a Comment

<< Home